PELATIHAN PEMULASARAN JENAZAH
KK, Sabtu (26 Agustus 2023); Bertempat di Balai Desa Tanjungsari Kecamatan Karangrejo Tulungagung telah dilaksanakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah dengan Narasumber Habib Ahamad Muhajir bin Abu Bakar Ba'abud (Kediri) bersama Tim. Hadir pada acara pembukaan Camat Karangrejo Bapak Suhartono, S.Sos., M.M. Peserta sejumlah 28 orang yang merupakan utusan dari masing-masing RT satu orang Pria dan satu Wanita. Kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2023.
Pemandu Acara (Ibu Siti Magfiroh) menyampaikan run-down secara runtut yang dimulai dari Pembukaan, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Sambutan dan Pembukaan oleh Kepala Desa Tanjungsari Bapak Balap Santoso yang hadir bersama Ibu Ketua TP-PKK Desa berserta semua Perangkat Desa, diteruskan dengan Sambutan dari Bapak Suhartono (Camat Karangrejo).
Setelah dilaksanakan ceremonial pembukaan di atas, maka selanjutnya Narasumber memberikan paparan, "Mengapa sangat perlu kita mengurusi jenazah tidak sekedar sah saja, tapi dengan sebaik-baiknya? Karena (pertama) Ini merupakan penghormatan terakhir sehingga kita harus berikan perlakuan sebaik-baiknya. (Kedua) kematian merupakan awal mula hamba akan bertemu dengan Tuhannya, Allah, SWT."
"Disamping harus mau dan mampu, untuk menjadi Petugas mengurusi jenazah itu harus memenuhi dua syarat (pertama) "Amanah" yaitu bisa dipercaya untuk apa? Ialah menjaga (tidak melihat dan menyentuh) Aurat si mayat dan juga mampu merahasiakan Aibnya. Yang kedua bisa menganggap semua mayit seperti orang tuanya atau saudaranya, sehingga akan serius dan sebaik mungkin mengurusinya." Papar Habib Ahmad.
![]() | ||
| Habib Ahmad Muhajir bin Abu Bakar Ba'abud (Kediri) |
Lebih dalam Beliau memberikan arahan, langkah awal yang harus dilakukan sebelum Pak Modin atau Petugas pengurusan jenazah datang adalah sebagai berikut; Segera pejamkan mata si Mayat (sambil mencontohkan praktiknya). Segera menutup mulutnya dengan mengikat dagu mayit ke atas kepala menggunakan kain yang agak lebar. Kemudian hal yang jarang dilakukan dan ini sangat penting adalah melemaskan persendian tangan dan kaki mayit. Untuk memberikan ilustrasi agar mudah dipahami Beliau mempraktikan mulai dari pelemasan jari-jari tangan, pergelangan, siku tangan hingga pundak, kemuidan pelemasan jari-jari kaki, pergelangan kaki, lutut sampai pinggul. Pelemasn ini dilakukan sebelum 2 jam setelah meninggal dan 2 jam berikutnya jika jadwal pemakaman masih menunggu waktu yang lama. Fungsi pelemasan ini agar mayit tidak kaku, sehingga memudahkan dan tidak menyaktikan disaat memandikan.
"Menurut tuntunan syari'at, memandikan mayit itu dilaksanakan menjelang waktu pemakaman. Karena jika dimandikan sesaat setelah meninggal, sementara pelaksanaan pemakaman masih besok hari dikhawatirkan selama proses menunggu mayit mengeluarkan kotoran." Tandas Habib.
Habib juga menjelaskan hal-hal yang umum dilakukan para pentakziyah namun tidak sesuai syari'at antara lain; Ketika bertakziyah banyak yang datang dan hanya ngobrol tidak ikut sholat jenazah atau mendo'akan si mayit. Berikutnya saat mengantar jenazah berjalan di belakang mayit dimana seharunya pentakziyah berjalan lebih dahulu baru keranda mayit mengikuti.
Acara ditutup dengan do'a oleh Ust. Moh. Shiddiq. Agenda praktik akan dilaksanakan pada kesempatan selanjutnya yang sudah terjadwalkan. Semoga bermanfaat. (PAK Shoes).


Komentar
Posting Komentar